Cerita sex Remaja Ngewek Bersama Anak SMU, Lintas Jagat - Cerita Sex
yang akan kuceritakan di Bergairah.org ini adalah pengalamanku ngentot
cewek sma bispak tapi aku akui toketnya gede banget dan amoi banget
memeknya. Berawal dari aku yang dapat tender gede, aku dan temanku
akhirnya ingin sedikit bersenang-senang dan mencoba fantasi seks baru
dengan cewek-cewek abg belia. Akhirnya setelah tanya kesana kemari,
ketemu juga dengan yang namanya Novi dan Lisa. 2 cewek ini masih sma
kelas 3, tapi mereka sangat liar sekali. Baru kelas 3 sma aja udah jadi
lonte perek dan cewek bispak. Apalagi nanti kalo dah gede ya ? memeknya
soak kali ye :P . Ahh tapi saya ga pernah mikirin itu, yang penting
memeknya bisa digoyang saat ini dan bisa muasin kontol saya. Udah itu
aja yang penting. Untuk urusan lainnya bukan urusan saya :) .
Aku segera mengambil HP-ku dan menelpon Andi, temanku itu.
“Di.., OK deh gue jemput lu ya besok.. Mumpung cewek gue sedang nggak ada”
“Gitu donk.. Bebas ni ye.. Emangnya satpam lu kemana?”
“Ke Surabaya.. Ada saudaranya kawinan”
“Besok jangan kesiangan ya datangnya.. Jam 11-an deh”
“OK”
Setelah itu kunyalakan sebatang rokok, dan kuteruskan pekerjaanku.
*****
Pagi
itu, aku berangkat ke Bogor. Dalam perjalanan, aku mampir ke tempat
salah satu klienku di daerah Tebet, untuk mengambil pembayaran proyek
yang telah kuselesaikan. Setelah mengambil cek pembayaran, segera aku
menuju tol Jagorawi. Sialnya ban mobilku sempat kempes, untungnya hal
itu terjadi sebelum aku masuk jalan tol. Akibatnya, sekalipun aku telah
memacu mobilku, baru sekitar jam 12.30 aku sampai di rumah Andi.
“Sialan lu.. Gue udah tunggu-tunggu dari tadi, baru dateng”. Andi berkata sedikit kesal ketika membuka pintu rumahnya.
“Sorry.. Gue perlu ke klien dulu.. Udah gitu tadi bannya kempes, mesti ganti ban dulu di tengah jalan”
“Anterin gue tambal ban dulu yuk.. Baru kita cabut” sambungku lagi.
“Bentar.. Gue ganti dulu ya”. Andi pun kemudian ngeloyor pergi ke kamarnya.
Sambil menunggu, aku membaca koran di ruang tamu. Tak lama Siska, adik Andi, datang membawa minuman.
“Kok udah lama nggak mampir Mas?”
“Iya Sis, habis sibuk.. Mesti cari duit nih” jawabku.
“Mentang-mentang
udah jadi pengusaha.. Sombong ya” godanya sambil tertawa kecil. Siska
ini memang cukup akrab denganku. Anaknya memang ramah dan menyenangkan.
Kami pun bersenda gurau sambil menunggu kakaknya yang sedang bersiap.
Setelah
Andi muncul, kami segera berangkat menuju tukang tambal ban terdekat.
Setelah beres, aku membawa mobilku menuju sebuah bank swasta untuk
mencairkan cek dari klienku. Antrian lumayan panjang hari itu, akibatnya
cukup lama juga kami menghabiskan waktu di sana.
Saat keluar
dari bank tersebut, jam telah menunjukkan pukul 14.00 siang, sehingga
aku mengajak Andi mampir ke sebuah restoran fast food untuk makan siang.
Di restoran itu, kami bertemu dengan dua gadis ABG cantik yang masih
berseragam SMA. Yang seorang berambut pendek, dengan wajah yang manis.
Tubuhnya tinggi langsing, dengan kulit agak hitam, tetapi bersih.
Sedangkan yang satu berwajah cantik, berkulit putih dan berambut
panjang. Tubuhnya tidak terlalu tinggi, tetapi yang paling menarik
perhatian adalah tubuhnya yang padat. Payudaranya tampak besar
menerawang di balik seragam sekolahnya. Kami tersenyum pada mereka dan
mereka pun membalas dengan genit.
“Wan.. Kita ajak mereka yuk..” kata Andi.
“Boleh aja kalau mereka mau” jawabku.
“Tapi lu yang traktir ya bos.., kan baru ngambil duit nih”
“Beres deh”
Andi
pun kemudian menghampiri mereka dan mengajak berkenalan. Memang Andi
ini pemberani sekali dalam hal begini. Dia memang terkenal playboy,
punya banyak cewek. Hal itu didukung dengan perawakannya yang lumayan
ganteng.
“Lisa..” kata gadis berambut pendek itu saat mengenalkan dirinya.
“Ini temannya siapa namanya” tanyaku sambil menatap gadis seksi temannya.
“Novi” kata gadis itu sambil mengulurkan tangannya. Langsung kusambut jabatan tangannya yang halus itu.
Aku
dan Andi lalu pindah ke meja mereka. Kami berempat berbincang-bincang
sambil menikmati hidangan masing-masing. Ketika diajak, mereka setuju
untuk jalan-jalan bersama ke Puncak. Setelah selesai makan, waktu
berjalan menuju mobil, kulihat payudara Novi tampak sedikit
bergoyang-goyang saat dia berjalan. Ingin rasanya kulumat habis payudara
gadis belia itu.
*****
Setelah berjalan-jalan di Puncak menikmati pemandangan, kami pun cek in di sebuah motel di sana.
“Lu
kan yang traktir Wan.. Lu pilih yang mana?” bisik Andi saat kami sedang
mengurus cek-in. Memang sebelumnya aku yang janji akan traktir, karena
aku baru saja menerima pembayaran dari salah satu proyekku.
“Novi” jawabku pendek.
“Hehe..
Lu nafsu liat bodynya ya?” bisik Andi lagi sambil tertawa kecil.
Setelah itu, kamipun segera cek-in. Kugandeng tangan Novi, sedangkan
Andi tampak merangkul bahu Lisa menuju kamar.
Setelah kukunci
pintu kamar, tak sabar langsung kudekap tubuh Novi. Langsung kucium
bibirnya dengan penuh gairah. Tanganku dengan gemas meremas gundukan
payudaranya. Setelah puas menciumi bibirnya, kuciumi lehernya, dan
kemudian segera kubuka kancing baju seragamnya.
“Iih Mas.. Udah nggak sabar pengin nyusu ya?” godanya.
Tak
kuhiraukan perkataannya, langsung kuangkat cup BH-nya yang tampak
kekecilan untuk menampung payudaranya yang besar itu. Langsung kuhisap
dengan gemas daging kenyal milik Novi, gadis SMA cantik ini.
“Ahh..
Ahh” erangnya ketika puting payudaranya yang telah mengeras kujilati
dan kuhisap. Tangan Novi mengangkat payudaranya, sambil tangannya yang
lain menekan kepalaku ke dadanya.
“Enak Mas.. Ahh” erangnya lebih lanjut saat mulutku dengan ganas menikmati payudara yang sangat menggoda nafsu birahiku.
“Jilati
putingnya Mas..” pintanya. Erangannya semakin menjadi dan tangannya
menjambak rambutku ketika kuturuti permintaannya dengan senang hati.
Puas
menikmati payudara gadis belia ini, kembali kuciumi wajahnya yang
cantik. Lalu kutekan bahunya, dan diapun mengerti apa yang aku mau.
Dengan berjongkok di depanku, dibukanya restleting celanaku. Tak sabar,
kubantu dia membuka seluruh pakaianku.
“Ih.. Mas, gede banget..”
desahnya lirih ketika penisku mengacung tegak di depan wajahnya yang
cantik. Dielusnya perlahan batang kemaluanku itu.
“Memang kamu belum pernah liat yang besar begini?”
“Belum Mas.. Punya cowok Novi nggak sebesar ini.” jawabnya. Tampak matanya menatap gemas ke arah kemaluanku.
“Arghh.. Enak Nov..” erangku ketika Novi mulai mengulum kepala penisku.
Dijilatinya
lubang kencingku, dan kemudian dikulumnya penisku dengan bernafsu.
Sementara itu tangannya yang halus mengocok batang penisku. Sesekali
diremasnya perlahan buah zakarku. Rasa nikmat yang tiada tara
menghinggapi tubuhku, ketika gadis cantik ini memompa penisku dengan
mulutnya. Kulihat kepalanya maju mundur menghisapi batang kejantananku.
Kuusap-usap rambutnya dengan gemas. Karena capai berdiri, akupun pindah
duduk di kursi. Novi kemudian berjongkok di depanku.
“Novi isap lagi ya Mas.. Novi belum puas..” katanya lirih.
Kembali
mulut gadis belia ini menghisapi penisku. Sambil mengelus-elus
rambutnya, kuperhatikan kemaluanku menyesaki mulutnya yang mungil.
Ruangan segera dipenuhi oleh eranganku, juga gumaman nikmat Novi saat
menghisapi kejantananku. Saat kepalanya maju mundur, payudaranya pun
bergoyang-goyang menggoda. Kuremas dengan gemas bongkahan daging kenyal
itu.
“Nov.., jepit pakai susumu Nov..” pintaku.
Novi
langsung meletakkan penisku di belahan payudaranya, dan kemudian kupompa
penisku. Sementara itu tangan Novi menjepitkan payudaranya yang besar,
sehingga gesekan daging payudaranya memberikan rasa nikmat luar biasa
pada penisku.
“Yes.. Yes..” akupun tak kuasa menahan rasa
nikmatku. Setelah beberapa lama, kusodorkan kembali penisku ke mulutnya,
yang disambutnya dengan penuh nafsu.
Cerita Sex Remaja - Setelah
puas menikmati mulut dan payudara gadis SMA ini, kuminta dia untuk
bangkit berdiri. Kuciumi lagi bibirnya dan kuremas-remas rambutnya
dengan gemas. Tanganku melepas restleting rok seragam abu-abunya,
kemudian kuusap-usap vaginanya yang mulai mengeluarkan cairan membasahi
celana dalamnya. Kusibak sedikit celana dalam itu dan kuusap-usap bibir
vagina dan klitorisnya. Tubuh Novi menggelinjang di dalam dekapanku.
Erangannya semakin menjadi.
Aku sudah ingin menyetubuhi gadis
muda ini. Kubalikkan badannya dan kuminta dia menungging bertumpu di
meja rias. Kubuka celana dalamnya sehingga dia hanya tinggal mengenakan
baju seragamnya yang kancingnya telah terbuka.
“Ahh..” jeritnya panjang ketika penisku mulai menerobos vaginanya yang sempit.
“Gila.. Memekmu enak banget Nov..” kataku ketika merasakan jepitan dinding vagina Novi.
Langsung
kupompa penisku di dalam vagina gadis cantik itu. Sementara itu,
tanganku memegang pinggulnya, terkadang meremas pantatnya yang membulat.
Novi pun menjerit-jerit nikmat saat tubuh belianya kusetubuhi dengan
gaya doggy-style. Kulihat di kaca meja rias, wajah Novi tampak begitu
merangsang. Wajah cantik gadis belia yang sedang menikmati persetubuhan.
Payudaranya pun tampak bergoyang-goyang menggemaskan di balik baju
seragamnya yang terbuka.
Bosan dengan posisi ini, aku kembali
duduk di kursi. Novi lalu duduk membelakangiku dan mengarahkan penisku
ke dalam vaginanya. Kusibakkan rambutnya yang panjang indah itu dan
kuciumi lehernya yang putih mulus. Sementara itu tubuh Novi bergerak
naik turun menikmati kejantananku. Tanganku tak ketinggalan sibuk
meremas payudaranya.
“Ahh.. Ahh.. Ahh..” erang Novi seirama
dengan goyangan badannya di atas tubuhku. Terkadang erangan itu terhenti
saat kusodorkan jemariku untuk dihisapnya.
Beberapa saat
kemudian, kuhentikan goyangan badannya dan kucondongkan tubuhnya agak ke
belakang, sehingga aku dapat menghisapi payudaranya. Memang enak sekali
menikmati payudara kenyal gadis cantik ini. Dengan gemas kulahap bukit
kembarnya dan sesekali kujilati puting payudara yang berwarna merah
muda. Erangan Novi semakin keras terdengar, membuat aku menjadi semakin
bergairah. Setelah selesai aku menikmati payudara ranumnya, kembali
tubuh belia Novi mencari pelepasan gairah mudanya dengan memompa penisku
naik turun dengan liar. Tak kusangka seorang gadis SMA dapat begini
binal dalam bermain seks.
Cukup lama aku menikmati persetubuhan
dengan gadis cantik ini di atas kursi. Lalu kuminta dia berdiri, dan
kembali kami berciuman. Kubuka baju seragam sekolah berikut BH-nya
sehingga sekarang kami berdua telah telanjang bulat. Kembali dengan
gemas kuremas dan kuhisap payudara gadis 17 tahunan itu. Aku ingin
segera menuntaskan permainan ini. Lalu kutuntun dia untuk merebahkan
diri di atas ranjang. Aku pun kemudian mengarahkan penisku kembali ke
dalam vaginanya.
“Ahh..” erang Novi kembali ketika penisku kembali menyesaki liang kewanitaannya.
Langsung
kupompa dengan ganas tubuh anak sekolah ini. Erangan nikmat kami berdua
memenuhi ruangan itu, ditambah dengan bunyi derit ranjang menambah
panas suasana. Kulihat Novi yang cantik menggelengkan kepalanya ke kanan
dan ke kiri menahan nikmat. Tangannya meremas-remas sprei ranjang.
“Mas.. Novi hampir sampai Mas.. Terus.. Ahh.. Ahh” jeritnya sambil tubuhnya mengejang dalam dekapanku.
Tampak
dia telah mencapai orgasmenya. Kuhentikan pompaanku, dan tubuhnya pun
kemudian lunglai di atas ranjang. Kuperhatikan butir keringat mengalir
di wajahnya nan ayu. Payudaranya naik turun seirama dengan helaan
nafasnya. Payudara belia yang indah, besar, kenyal, dan padat. Mulutku
pun dengan gemas kembali menikmati payudara itu dengan bernafsu.
Setelah
itu, kucabut penisku dan kembali kujepitkan di payudaranya. Kali ini
aku yang menjepitkan daging payudaranya pada penisku. Novi masih tampak
terkulai lemas. Lalu kupompa kembali penisku dalam belahan payudara
gadis ini. Jepitan daging kenyal itu membuatku tak dapat bertahan begitu
lama. Tak lama aku pun menyemburkan spermaku di atas payudara gadis SMA
yang seksi ini.
*****
Kami akhirnya menginap di motel
tersebut. Selama di sana, aku sangat puas menikmati tubuh sintal Novi.
Berulang kali aku menyetubuhinya, baik di atas ranjang, di meja rias, di
kursi, ataupun di kamar mandi sambil berendam di bathtub. Sebenarnya
ingin aku menginap lebih lama lagi, tetapi hari Senin itu aku harus
menemui klienku di pagi hari, sementara ada bahan yang masih perlu
dipersiapkan.
Hari Minggu malam, kami pun kembali ke Bogor. Kali
ini ganti Andi yang menyetir mobilku. Lisa duduk di kursi penumpang di
depan, sedangkan Novi dan aku duduk di belakang. Dalam perjalanan,
melihat Novi yang cantik duduk di sebelahku, dengan rok mini yang
memamerkan paha mulusnya, membuatku kembali bergairah. Akupun mulai
menciuminya sambil tanganku mengusap-usap pahanya. Kusibakkan celana
dalamnya, dan kumainkan vaginanya dengan jemariku.
“Ehmm..” erangnya saat klitorisnya kuusap-usap dengan gemas.
Erangannya
terhenti karena mulutnya langsung kucium dengan penuh gairah. Tanganku
lalu membuka baju seragam sekolahnya. Kuturunkan cup BH-nya sehingga
payudaranya yang besar itu segera mencuat keluar menantang.
“Suka banget sih Mas.. Nyusuin Novi” ucapnya lirih.
“Iya habis susu kamu bagus banget” bisikku.
Desah
Novi kembali terdengar ketika lidahku mulai menari di atas puting
payudaranya yang sudah menonjol keras. Kuhisap dengan gemas gunung
kembar gadis cantik ini hingga membuat tubuhnya menggelinjang nikmat.
“Gantian dong Nov” bisikku ketika aku sudah puas menikmati payudaranya yang ranum.
Kami
pun kembali berciuman sementara tangan Novi yang halus mulai membukai
resleting celanaku. Diturunkannya celana dalamku, sehingga penisku yang
telah membengkak mencuat keluar dengan gagahnya. Novi pun kemudian
mendekatkan wajah ayunya pada kemaluanku itu, dan rasa nikmat menjalar
di tubuhku ketika mulutnya mulai mengulum penisku. Sambil menghisapi
penisku, Novi mengocok perlahan batangnya, membuatku tak tahan untuk
menahan erangan nikmatku.
“Ihh.. Gede banget.. Lisa juga pengen
dong..”. Tiba-tiba aku dikagetkan oleh suara Lisa yang ternyata entah
sejak kapan memperhatikan aktifitas kami di belakang.
“Pindah aja ke sini” kataku sambil mengelus-elus rambut Novi yang masih menghisapi penisku.
Lisa
pun kemudian melangkah pindah ke bangku belakang. Langsung kuciumi
wajahnya, yang walaupun tidak secantik Novi tetapi cukup manis. Lidahku
dan lidahnya sudah saling bertaut, sementara Novi masih sibuk menikmati
penisku.
“Di.. Bentar ya nanti gantian..” kataku pada Andi yang melotot melihat dari kaca spion.
“Oke
deh bos..” jawabnya sambil terus melotot melihat pemandangan di bangku
belakang mobilku. Setelah puas berciuman, kucabut penisku dari mulut
Novi.
“Ayo Lis.. Katanya kamu suka” kataku sambil sedikit menekan kepala Lisa agar mendekat ke kemaluanku.
“Iya.. Abis gede banget..” katanya sambil dengan imutnya menyibakkan rambut yang menutupi telinganya.
“Ahh..
Yes..” desahku saat Lisa memasukkan penisku ke dalam mulutnya.
Dihisapinya batang kemaluanku seperti anak kecil sedang memakan permen
lolipop. Rasa nikmat yang tak terhingga menjalari seluruh syarafku.
Cukup
lama juga Lisa menikmati penisku. Sementara itu Novi kembali
menyodorkan payudara mudanya untuk kunikmati. Setelah beberapa lama
kuhisapi payudaranya, Novi kemudian mendekatkan wajahnya ke arah
kemaluanku dan menciumi buah zakarku, sementara Lisa masih sibuk
mengulum batang kemaluanku.
“Nih gantian Nov..” katanya sambil
menyorongkan penisku ke mulut Novi yang berada di dekatnya. Novi pun
dengan sigap kembali mempermainkan kemaluanku dengan mulutnya. Sementara
itu, kali ini gantian Lisa yang menjilati dan menciumi buah zakarku.
Saat
itu aku merasa seperti sedang berada di surga. Dua orang gadis SMA yang
cantik sedang menghisapi dan menjilati penisku secara bergantian.
Kuelus-elus kepala gadis-gadis ABG yang sedang menikmati kelelakianku
itu. Nikmat yang kurasakan membuatku merasa tak akan tahan terlalu lama
lagi. Tetapi sebelumnya aku ingin menyetubuhi Lisa. Ingin kurasakan
nikmat jepitan vagina gadis hitam manis ini.
Kuminta dia untuk
duduk di pangkuan sambil membelakangiku. Kusibakkan celana dalamnya,
sambil kuarahkan penisku dalam liang nikmatnya. Sengaja tak kuminta dia
untuk membuka pakaiannya, karena aku tak mau menarik perhatian kendaraan
yang melintas di luar sana.
“Ah..” desah Lisa ketika penisku mulai menyesaki vaginanya yang tak kalah sempit dengan kepunyaan Novi.
Lisa
kemudian menaik-turunkan tubuhnya di atas pangkuanku. Novi pun tak
tinggal diam, diciuminya aku ketika temannya sedang memompa penisku
dalam jepitan dinding kewanitaannya. Goyangan tubuh Lisa membuatku
merasa akan segera menumpahkan spermaku dalam vaginanya. Aku berusaha
sekuat tenaga agar tidak ejakulasi terlebih dahulu sebelum dia orgasme.
Sambil menciumi Novi, tanganku memainkan klitoris Lisa.
“Ah..
Terus Mas.. Lisa mau sampai..” desahnya. Semakin cepat kuusap-usap
klitorisnya, sedangkan tubuh Lisa pun semakin cepat memompa penisku.
“Ahh..” erangnya nikmat saat mengalami orgasmenya.
Tubuhnya
tampak mengejang dan kemudian terkulai lemas di atas pangkuanku. Aku
pun mengerang tertahan saat aku menyemburkan ejakulasiku dalam vagina
gadis manis ini. Setelah beristirahat sejenak, kami segera membersihkan
diri dengan tisu yang tersedia.
“Mau gantian Di? ” tanyaku pada Andi yang tampak sudah tidak tenang membawa mobilku.
“So pasti dong” jawab Andi sambil menepikan mobil di tempat yang sepi.
Kami
pun berganti tempat. Aku yang membawa mobil, sedangkan Andi pindah
duduk di jok belakang. Rencananya dia juga akan main threesome, tetapi
Novi juga ikut beranjak ke bangku depan.
“Aku cape ah Mas..” katanya.
Andi
tampak kecewa, tetapi apa boleh buat. Kami pun segera melanjutkan
perjalanan kami. Kudengar suara lenguhan Andi di jok belakang. Lewat
kaca spion kulihat Lisa sedang mengulum penisnya. Karena sudah puas, aku
tak begitu mempedulikannya lagi.
Sesampainya di Bogor, kedua gadis itu kami turunkan di tempat semula, sambil kuberi uang beberapa ratus ribu serta uang taksi.
“Kalau
ke Bogor hubungi Novi lagi ya Mas..” kata Novi manis saat kami akan
berpisah. Kulihat beberapa orang memperhatikan mereka. Mungkin mereka
curiga kok ada dua gadis berseragam SMA di hari Minggu, malam lagi he..
He..
“Wan.. Gue doain lu dapat banyak proyek deh.. Biar lu traktir
gue kayak tadi lagi..” kata Andi ketika aku turunkan di depan rumahnya.
“Sip deh..” jawabku sambil pamit pulang.
Cerita
Sex Remaja - Kukebut mobilku menyusuri jalan tol Jagorawi menuju
Jakarta. Aku tersenyum puas. Yang dulu selalu menjadi obsesiku, kini
bisa menjadi kenyataan. Ternyata hidup itu indah.
(Non Tata)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar